Showing posts with label Episode KKN. Show all posts
Showing posts with label Episode KKN. Show all posts

06 May 2009

Getar Cinta di Episode KKN


Selesai sudah Episode ini. Dua bulan bukan waktu yang singkat untuk bertahan dengan semua hal yang baru. Tak sedikit kesabaran yang dihadirkan, tak sedikit air mata yang menemani malam-malam dingin di donri-donri. Dan tak sedikit doa yang terpanjatkan hanya untuk mendapatkan kekuatan agar tetap melanjutkan Episode ini.

Tak ada yang tahu betapa ramainya hati ini. Ada suka, duka, rindu, benci, dan cinta. Keramaian itu membuat saya menjadi orang kaya. Kaya akan hikmah dari setiap tragedi-tragedi baru yang terjadi.

Tak banyak yang tahu betapa lelahnya jiwa ini. Ada kesia-siaan yang tersaksikan, ada kemaksiatan yang terlihat, dan ada kealpaan yang menyesakkan. Kelelahan itu membuat saya menyesal. Menyesal akan sedikitnya amar ma’ruf nahi munkar yang dijalankan.


Hanya Allah yang tahu semuanya dan Hanya Dia yang mengerti apa yang terjadi tentang suka itu, duka itu, rindu, benci dan cinta itu. Jika sabar dan husnuzhon tak pernah saya kenal, maka rapuhlah saya.

Hanya Allah yang tahu lelahnya jiwa ini. Hanya Dia yang memahami apa yang terjadi dengan kelelahan itu. Jika ilmu tak pernah sampai maka matilah saya.

Ya Rabb..Engkau menyaksikan bagaimana air mata ini tak bisa berhenti karena sempitnya hati menerima semuanya. Namun ketika keluh kesah selesai terucap engkau berikan kelapangan hati.

Ya Rabb…sebenarnya yang membuat air mata ini tak bisa berhenti adalah…rasa takjub akan terkabulnya setiap Permohonan panjang hambamu ini ?

Engaku mengajarkan cinta. Cinta yang Tulus. Betul sabda Rasulullah, Sesungguhnya Allah Mencintai Hamba-hambanya. Walaupun kadang diri ini salah, engkau masih saja mengabulkan doa yang terpanjatkan. Sehingga cinta ini makin bersemi kepada MU ya Rabb.

Cinta yang teruntai saat engkau hadir di sepertiga malam. Melihatku, memandangiku, dan mendengar setiap keluh kesahku. Betapa bergetarnya hati ini setiap ku sampaikan ada suka, duka, rindu, benci dan cinta pada hari ini.

Betapa nikmatnya ketika malam-malam itu lisan dan hati ini berucap “Aku Mencintai Allah lebih dari ayah dan ibuku”. “Aku mencintai Allah lebih dari diriku sendiri”, “Aku mencintai Allah lebih dari siapapun dan apapun”. Namun betapa tercambuknya hati ini jika cinta itu kadang tak terbukti.

Tetapi izinkan diri ini untuk tetap menyatakan cinta kepadaMU.
Karena Ternyata Banyak cinta yang terungkap pada episode ini.

Dan…… hal itu jelas terasa!.... Getar Cinta Di malam-malam KKN.
(Soppeng 4 Mei 2009, 7 jam sebelum Penarikan )
************************************************************
Episode ini Selesai…
Saatnya menuju ke episode SEMINAR HASIL. Horeeeeeeeeee, akhirnya…..
Read more »»  

01 May 2009

Taman kecil, di depan rumah Rahmah


Sudah beberepa pekan saya selalu mencari tempat yang nyaman untuk menulis atau sekedar untuk membaca tulisan-tulisan saya dan para penulis lainnya. Mencoba di ruang tamu??? Gagal. Di ruang makan??? Gagal. tapi..tetap saja separah apapun kondisinya jika apa yang ada dikepala sudah ingin tumpah, yaahh tertumpah juga lewat tulisan.

Namun untuk hari ini berbeda. Saya sekarang berada di depan sebuah taman yang sangat sejuk dan tentu saja nyaman. Sebenarnya tempat ini sudah lama saya incar namun karena selalu saja ada halangan, barulah hari ini saya berada di Taman Kecil, depan rumah Rahmah.


Sambil membaca tulisan Jamil Azzaini, saya ditemani oleh 2 gadis kecil yang cantik seperti bunga kertas berwarna ungu yang ada di depan saya. Mereka menemani saya, mengajak ngobrol dan bertanya ini-itu. Waduh!!! Terbagilah pikiran saya antara tulisan inspirator tersebut dan 2 gadis kecil ini. Tapi saya senang!.

Berada di taman kecil ini, memanjakan mata dengan berbagai tanaman bunga, buah, dan rumput-rumput hijau sesekali ditemani hembusan angin yang menyejukkan membawa pikiran saya ke sebuah taman yang abadi. Tentu saja taman abadi itu sangat berbeda dengan taman kecil ini. Berada di tempat ini saja sangat nyaman apalagi di taman abadi.

Jika dari dulu saya mengincar taman kecil ini. Maka untuk taman abadi, ia bukan incaran saya melainkan cita-cita dan pilihan hidup saya. Yahh…pilihan hidup yang abadi untuk tinggal di taman abadi. Taman Firdaus, tentu saja bukan hanya tamannya yang menjad cita-cita tetapi firdaus itu sendiri.

Untuk berada di taman kecil depan rumah rahma, saya cukup melangkah dengan beberapa langkah. Tapi tidak untuk taman abadi. Saya harus mencapainya dengan langkah yang panjang dan cepat. Jika langkah saya lamban, maka pasti saya akan sulit berada di sana. Sehingga saya mencoba untuk berlari lebih cepat dari orang lain. Karena untuk saat ini bukan jamannya lagi saya berjalan. Biarlah mereka mengatakan saya aneh, lain, Asing. Karena mungkin saya mencoba berlari. Sesekali saya jatuh. Terluka, namun cepat-cepat saya mengobatinya karena saya harus kembali berlari. Jika tidak, saya pasti akan dikalahkan oleh waktu.

Ketika kita berjalan tentu saja kita membutuhkan tenaga apatahlagi berlari. Maka saya terbiasa mengumpulkan tenaga dan bekal untuk berlari dengan ILMU. Jika tidak. Saya bisa saja berlari di jalan yang salah, walaupun mungkin jalan itu terlihat mulus. Maka bahan bakar untuk terus melanjutkan langkah panjang menuju taman abadi itu adalah ILMU.


Taman kecil di depan rumah rahmah…terimakasih karena pagi menjelang siang ini saya teringat akan taman abadi. Taman Firdaus.
Wallahu a’lam

Soppeng, 30 April 2009
Read more »»  

Iman...Bangunlah

Disaat malam datang. Mereka terlelap. Lelah seharian bekerja. Menguras tenaga untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan. Semua itu membuat mereka tertidur pulas. Di sepertiga malam Hanya sebagian kecil diantara mereka yang bangun untuk mengdapap Rabbnya. Salah satu golongan di antara mereka tentulah aktivis dakwah.

Untuk yang satu ini,mereka juga tak kenal lelah. Karena ada satu keyakinan dalam diri mereka yang hadir dengan cara yang aneh!. Aneh, karena sebelumnya mereka tidak pernah melihat dan merasakan..tetapi mereka yakin atasnya. SYURGA. Inilah iman.

Iman bukan hanya pekerjaan lisan dan anggota badan tapi ia juga pekerjaan hati. Menurut pemahaman Ahlusunnah wal jama'ah iman adalah keyakinan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan dilakukan dengan anggota badan, bertambah dengan ketaatan, berkurang dengan kemaksiatan. Jika orang-orang di luar islam begitu “aneh” melihat kita, karena mempercayai sesuatu yang tak dilihat. Maka jawabannya adalah, inilah iman!

Iman telah membangunkan mereka yang terlelap dan iman seolah-olah berkata “bangunlah, inilah waktunya kau meminta firdaus, inilah waktunya kau memohon ampun atas dosa-dosa yang kau kerjakan tadi siang. Bangunlah, inilah waktunya kau meminta kesyahidan, dan inilah waktunya kau meminta kekuatan iman”…yaa muqallibul qulub tsabbit qalbi ‘ala diinik.

Tak ada yang bisa menyelamatkan kita di hari akhir kelak selain Allah. Maka bersusah payahlah di dunia untuk mencuri perhatiannya. Dan salah satu cara untuk mencuri perhatian Allah dengan qiyamul lail.

Wahai orang yang berselimut, bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sebgian kecil. (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu. Atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur’an itu perlahan-lahan. Sesungguhnya kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu. Sungguh bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa) dan (bacaan di waktu itu) lebih berkesan. Sesungguhnya pada siang hari engkau sangat sibuk dengan urusan-urusan yang sangat panjang. Dan sebutlah nama Tuhanmu dan beribadahlah sepenuh hati” (Al-muzammil : 1-7)


Untuk sebagian orang hal ini sungguh berat. Yah…ini memang berat, tapi bukan berarti kita tak bisa melakukannya. Bangunlah disepertiga malam karena inilah konsekwensi atas sebuah pilihan, pilihan untuk hidup di Firdaus. Untuk membantumu bangun,, jangan pernah berharap pada benda mati berupa weker…. atau jangan selalu berharap pada manusia yang melekat padanya sifat lupa untuk sekedar mendapatkan sentuhan agar kita terbangun. Tapi yang pertama yang harus kita lakukan adalah…Bangunlah iman dalam diri kita. Wallahu a’lam.

"Allah telah menjanjikan kepada orang-orang mukmin dan mukminat surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya mereka kekal di dalamnya dan bagi (mereka) ada tempat-tempat tinggal yang baik disurga-surga Adn dan keridhaan dari Allah yang amat besar yang demikian itu merupakan kemenangan yang sangat besar.” (QS.at-Taubah: 72)

Soppeng, 30 April 2009 (12.15)
Read more »»  

Azdan subuh


Wahai jiwa-jiwa yang sombong
Kau tak dengar lantunan itu?
Dengarlah. Bangun dari tidur mu.
Ia bergema, menghibur alam akan kebesaran ilahi

Alam pasti senang mendengar ini.
Binatang pun terdiam, tak bersua.


Wahai jiwa-jiwa yang sombong.
Bangunlah...
Shalat lebih baik dari pada tidur.
Bangunlah sebelum kau menyesal
Bangunlah sebelum kau tak sempat mendengarnya lagi di subuh hari.

Soppeng, 26 april 2009 (ba’da Adzan subuh)
Read more »»  

28 April 2009

BOLA MANIAC (BEGADANG YANG TAK BERNILAI )



Soppeng, 29 April 2009


Demi Masa, sesungguhnya manusia dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan serta saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dan kesabaran” (Al-Ashr)

Masa atau waktu adalah modal yang Allah berikan kepada setiap manusia di dunia ini. Seperti perdagangan, jika waktu dikelola dengan baik, maka kita akan mendapatkan keuntungan. Jika tidak, tentu kita akan mendapatkan kerugian. Namun mengapa masih banyak yang menyia-nyiakannya, membuang dan menghambur-hamburkan untuk hal yang sia-sia???


Begadang hanya untuk nonton pertandingan bola misalnya. Banyak dari saudara-saudara kita yang rela membolakkan mata sampai subuh hanya untuk menyaksikan tim-tim kesayangan mereka bertanding di lapangan hijau. Mereka semangat penuh antusias menyaksikan pertandingan tersebut. Pertanyaannya, apa untungnya buat mereka? Apakah setelah menonton pertandingan itu mereka mendapatkan keuntungan duniawi??? Saya rasa tidak. Lebih-lebih keuntungan ukhrawi. Justru merekalah orang-orang yang dikatakan Allah dalam surah diatas. Orang-orang yang merugi.

Sungguh mereka adalah orang-orang yang merugi, di sepertiga malam saat Allah memerintahkan manusia untuk bangun melaksanakan shalat. Mereka tengah asik melakukan perbuatan yang sia-sia.

“Wahai orang yang berselimut, bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sebgian kecil. (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu. Atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur’an itu perlahan-lahan. Sesungguhnya kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu. Sungguh bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa) dan (bacaan di waktu itu) lebih berkesan” (Al-muzammil : 1-6)

Sungguh bangun malam itu lebih kuat mengisi jiwa. Perhatikan mereka, para bola maniac.. bagaimana kondisi mereka di pagi hari??? Karena begadangnya tak berberkah, mereka seperti orang mabuk,,, di waktu pagi masih ngantuk,,, kepala jadi suntuk,,…tapi coba bandingkan dengan orang yang begadang untuk shalat lail… Segar, penuh stamina, dan tentu saja cahaya lail akan Nampak.

Malu kepada Allah. Apakah mereka sempat berfikir seperti itu??? Malulah ketika Allah disepertiga malam turun ke langit dunia namun menyaksikan kita sedang tertawa bahagia atau sedih gara-gara tim kita menang atau kalah. Mengapa kebahagiaan dan kesedihan itu tidak untuk Allah. Rugi. Satu detik pun waktu itu sangat berharga kawan, apalagi satu malam. BETUL TIDAK????
Read more »»  

22 April 2009

Surat Biru dari Seorang Ukhti (wejangan KKN)





Makassar, 3 maret 2009 M


Alhamdulillah, ada juga teman sekaligus salah satu pengingat di masa-masa KKN. Yah...surat dari seorang Ukhti yang berisi nasehat, peringatan dan semua hal yang berbau amar ma'ruf nahi munkar. Jazaakillah khair untuk surat biru INI. wejangan KKN
Read more »»