Showing posts with label Friends. Show all posts
Showing posts with label Friends. Show all posts

01 October 2011

"How I Miss YoU So Much"


Getar yang muncul seketika malam ini, membawaku pada potret setahun lalu.

Aku yang datang dengan membawa mimpi, masih acak adut, minim dasar. Membawa koper dan ransel untuk sekedar membunuh kebodohan dan mengabdi. Aku masih bingung tentang “marginal cost equal marginal revenue”, tak tahu pula apa itu “The kinked demand curve”.

Dan... kau yang sudah siap untuk menantang dunia. Telah membabat habis teori-teori itu.

Gadis berkerudung sedada yang mau mengajari ku banyak hal. Hanya Setahun, tapi tidak sedikit moment yang kita lalui bersama. Jejak kita ada di kelas, Library, Garden of campus, Canteen, Angkot and other place. it's the sweetest moment of each other.

Aku Malu pada Seorang yang Mandiri, cerdas, cantik, dan sholeh. Sangat rajin berpuasa senin-kamis. Sholatnya pun tak buru-buru.

Gadis berkerudung sedada itu telah menaklukkan Amerika. Dan kini, hanya setahun jalinan ukhuwah kita. Ia pun akan menemui HitleR, Jerman! “Dari Dulu saya pengen bangeeeet ke Jerman”, Itu mimpinya.

Senin besok mungkin adalah waktu terakhir kita bertatap. Malam ini hal yang paling menggetarkan jiwa, saat kau bilang “How I miss u so much, kapan qta bisa ketemu lagi?”. Seperti katamu dulu “kita ketemu inshAllah, nanti, di symposium International ….!”
___
*syukran sebelumnya untuk hadiahnya sister and salam untuk Goettingen University*


Read more »»  

03 May 2011

Apresiasi untuk Hilya


Balasan tulisan saya untuk Hilya (Beuh! parah. Hampir setahun baru saya posting)

Hilya Al Aina, Nama Baru yang membawa saya pada sebuah dunia dengan warna yang berbeda. Sadar, bahwa hidup itu tak sekedar tidur, bangun, sekolah, belajar dan berorganisasi. Tetapi ada satu Struggle yang kadang kita lupa, atau bagi orang-orang yang berpunya sengaja tak mau kenal. Survive untuk diri sendiri. Mandiri tepatnya!.

Jika selama ini kita merasa bahwa kita adalah orang yang paling survive, mampu berdiri di atas kaki sendiri, maka coba tengok sesosok muslimah yang pantang menyerah ini.

Kalau kita menganggap, kita adalah orang yang the highest spirit. Besar cita-cita. Gemuk akan rencana-rencana. Maka mari, saya mengajak anda untuk mengintip seorang wanita yang “Talk less do More”.

Saya malu pada diri sendiri jika mendengar cerita hidupnya. Jika di pagi hari mungkin kita masih asyik sarapan dan mempersiapkan segala hal untuk aktivitas seharian. Maka lain halnya dengan Hilya, ada apa dengan Dia? ini tentang Survive, Struggle. Perjuangan.

Kadangkala, Kita mungkin tak ada bedanya dengan “beggar” (peminta-minta), anak papa mama yang hanya kenal bahasa “Mah, saya mau ini, Pah saya butuh itu. beliin yah!.. ,, Malulah dengan Hilya.

Jika Di sini Saya hanya mampu berkoar-koar, tanya sana tanya situ. Mengadu sana Mengadu situ. “Mana Follow Up dari Pelatihan jurnaslitik? Mana Komunitas kita? Mengapa mati? Kapan bangkit?” Tetapi diseberang sana, tepatnya di kota borneo, ia sudah membangun sebuah komunitas. Ia pelopornya. Sebuah sanjungan yang teramat dalam, ketika ia meminta saya untuk memberi masukan tentang nama komunitas tersebut.

Baru beberapa pekan terbentuk, ia sudah menembus RRI dan berhasil bernegosiasi dengan pemred/pimred salah satu koran Lokal. Sungguh, ini bukan berlebihan, tapi ini kenyataan bahwa saya tak pernah berhenti menggeleng-gelengkan kepala sambil berkata “Subhanallah…Wauw, Luar Biasa”.

Walaupun ia pernah “dikecewakan” oleh beberapa orang yang mengaku saudarinya, tapi ia tetap eksis. Saya tak yakin, jika kekecawaan tersebut terjadi pada diri saya, apakah saya bisa sekuat dia? Atau, yah..saya pernah melihat beberapa orang yang pernah mengalami hal yang sama. “Kecewa”. tak sedikit yang “kabur”. Tapi mungkin untuk Hilya, kabur bukanlah solusi, tapi Polusi. Mungkin Sabar dan Husnudzon adalah senjatanya. Tapi yang pasti kita semua sepakat kan, bahwa tak ada yang sempurna? Setuju kan, jika yang sempurna hanya Islam? Gimana Ukh Hilya, setuju?

Jujur, saya adalah orang yang “sedikit tidak suka memuji”. Bisa ditanyakan ke orang terdekat saya, bahkan ketika ada kegiatan, jangan pernah undangan, pamflet, atau apapun diasistensikan ke saya untuk pertama kalinya. Bisa-bisa kalian Down!...Bukan karena saya perfeksionis, tapi Saya Apa Adanya Saya. Sama halnya dengan memuji sebuah tulisan. Untuk penulis Indonesia, Selain Abu Umar Basyir, Salim A.Fillah, Dee, Muhammad Faudzil ‘Adhim, Abul Miqdad al Madani, dan Andrea Hirata tak ada lagi nama yang mampu membuat saya Jatuh.

Kali ini, Really! Saya telah jatuh hati pada sebuah tulisan yang digoreskan oleh Hilya Al Aina, “Surat Untuk calon Ibu Mertua”!...bahasa yang tak dibuat-buat, tak menjadi aneh, sebuah bahasa yang keluar dari hati (saya Tau kenapa. Ehm..ehm…) sampai-sampai saya bertanya “ini Tulisan ukhti?” saking tak percayanya Seorang hilya mampu menulis sebagus itu, ini bukan puisi kan? Yah ini bukan puisi. Karena Saya Tidak terlalu suka dengan PUISI. Puisi membuat saya bingung, pusing, tak paham maknanya (Maaf UKH Rifa’ah, Puisi-puisi mu membuat saya Confuse, Hahaha). Saya tak punya buku kumpulan puisi. Dan sepertinya, Hilya Pun tak sering menggubah Puisi. Sama!

Hilya tidak sendiri, jadi tak pantas kiranya saya menyebut “seorang Hilya” tetapi “Hilya” (menyebut atau membaca namanya harus tegas, tak boleh lembek) sekali lagi “HILYA”, ia tak sendiri, saya melihat di belakangnya ada berjuta semangat dan barisan realisasi yang akan disegerakan. Sekali lagi Talk Less do more. Itu dia!

Jika tak ada penyakit yang bernama Riya’ dan ujub, maka saya akan menggoreskan semua kekaguman-kekaguman saya kepada mu Ukhti. Karena Saya ingin menjadi penjagamu, maka yang lainnya biar tersimpan di lembaran-lembaran sejarah hati saya.

Ukh Hilya, I Love u. Uhibbukifillah… Jika tak bisa bertemu di dunia, Saya Harap Kita bisa bertemu di majelis Rasulullah, Di syurga.. Jadi, Mari Qta saling membantu untuk itu!

-Pelajaran darinya, jangan hanya bicara…Do Guys, do!!!-

Makassar, Mei '10

Vee


Sebuah Catatan : Hem, surat-suratan seperti kartini saja, tapi ini melalui jaringan elektronik. Seru juga! Kartini digital mungkin namanya. Saya berfikir, mengapa Kartini lebih dikenal dan semangatnya lebih menyejarah daripada Cut nyak dien dan pejuang2 perempuan lainnya? Jawabannya kira-kira karena Kartini... MENULIS!

Read more »»  

29 April 2011

"Tentang Kita " Dedikasi untuk Vee


"Dan berpegang teguhlah kamu semua pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahuu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karuniaNya kamu menjadi bersaudara, sedangkan ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, Lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk"
(Ali Imran :3)

Ukhuwah, indahnya tak terperi.
Seperti keindahan pertalian cinta antara kaum Anshar dan Muhajirin .
Seperti tautan hati antara Rasulullah dan Abu Bakar di Gua Tsur.
dan Seperti Kecintaan seorang sahabat yang menyeberangi pulau untuk sekedar menjalin kasih kepada yang lainnya.
Sebuah kecintaan atas nama Allah, insya Allah.


Tidak menyangka bahwa, Persaudaraan bisa terjalin dari... "BLOG". Sedikit Ajaib!

Hari ini saya blogwalking ke rumah Hilya, Masya Allah saya baru 'ngeh' dan mendapati, ternyata tulisan beliau untuk saya, dan tulisan saya pun untuk beliau di facebook, terposting di blog beliau (Catatan kecilku) sejak mei 2010. Sebelumnya saya memohon maaf mungkin terlalu 'cuek' atau apalah namanya, sehingga baru nyadar, betapa beliau menghargai tulisan tersebut. Berangkat dari sini, saya pun ingin memostingnya walaupun sangat telat dude!

Tahun lalu, Saya di sms oleh ukh hilya bahwa ada tulisan untuk saya. Saat membaca tulisan ini di Facebook, saya rada Shock dan kaget karena seorang saudari nun jauh disana, mengukir kisah kami berdua. Kisah persaudaraan yang berawal dari dunia Mayang.. oopss! salah, maksud saya dunia 'Maya', nah berikut ini tulisannya :

Berawal dari searching di internet aku mengenal blognya, desain template yang sederhana namun menarik membuatku ingin melihat lebih jauh isinya, menurutku ia memiliki bakat menulis yang sangat baik karna tiap kata yang ia rangkai menjadi kalimat, memberi daya tarik tersendiri buatku.

Jujur ku katakan aku menyukai tiap tulisannya, kisah sehari – hari yang di buat dalam bentuk tulisan membuat siapapun tak bosan jika membacanya......Karna gaya bahasanya yang sederhana.
Saat itu aku yang baru belajar internet, dengan ilmu yang sangat sedikit……..ketika selesai membaca di blognya aku langsung menutup blog tersebut tanpa melihat alamat blognya…

Walhasil esoknya ku harus searching lagi untuk membuka blognya, beruntung saat itu aku sudah hapal headernya “Goresan Vee” jadi membuatku sedikit lebih mudah untuk mendapatkannya….Setelah berhasil membuka blognya aku langsung segera menulis alamat situs tersebut khawatir terlupa lagi dan selanjutnya aku pun mulai membaca tulisan terbarunya….aku memang senang membaca dan hobbi ku juga membaca terlebih lagi jika itu menarik hingga yang telah jadi arsip pun aku baca……….

Setiap hari selalu sama,..jika ada kesempatan aku membuka blognya untuk membaca tiap – tiap tulisannya,…diam – diam aku menjadi pengagum nya karna Allah telah memberi kecerdasan untuknya dalam hal menulis….

Sebenarnya aku terinspirasi untuk menulis, ingin seperti dia tapi aku ragu karna ku yakin ku tak bisa,… bakat ku tak sama seperti dia…. Untuk itu aku hanya memendam keinginan kusembari tetap mejadi pembaca yang setia………

Akhirnya vee menulis tentang KKN ( Kuliah Kerja Nyata ) dari tulisannya ku dapat rasakan ia merasa sangat tidak ingin mengerjakan kewajiban mahasiswa itu, seolah – olah menjadi beban berat untuknya.. harus berpisah dari keluarga dan akhwat tentunya… karena baru ku ketahui bahwa biasanya di masa KKN itulah banyak akhwat yang futur ( Tidak dengan dia, Insya Allah )… dikarenakan jauhnya dari majelis Ilmu…

Dari mulai detik – detik KKN hingga hari – hari selama berada di tempat KKN vee menulisnya menjadikan ia tetap indah untuk di baca dan di ambil manfaatnya… dari situ sejujurnya aku merasa sedikit minder, karena vee saja yang dalam kondisi tidak menyenangkan masih tetap produktif dalam menulis sementara aku di waktu yang begitu lapang justru enggan untuk menulis padahal dengan menulis tanpa kita sadari banyak yang dapat bermanfaat buat orang lain apalagi jika bisa menjadi dakwah..dan itu menjadi motivasi buatku….

Bismillah………………..Aku mulai membuat blog,.. seperti yang ku katakan aku suka dengan desain template vee yang sederhana sehingga aku juga mengambil desain template di situs yang sama kepunyaan vee ( Sekarang udah berubah ).

Perlu ku katakan aku dan vee tidak saling mengenal, setelah aku mempunyai blog barulah kami mulai kenalan di shoutmix, suatu hari aku menulis catatan tentang keponakan ku yang saat itu baru lahir dan vee mengomentarinya dan memberikan ku saran untuk tidak menggunakan gambar mahluk bernyawa….dari situ kami jadi sering kunjung – kunjungan jika blog walking….dan deskripsi ku saat itu pada vee adalah orang nya sholehah, berilmu, dewasa, super duper sibuknya (Dilihat dari seperlunya ia membalas pesanku di shoutmix) dan sedikit dingin…

Dingin…. Hingga membuat ku segan dan sangat hati – hati jika BW ( Blog Walking ), aku meminta izin vee untuk melink alamat blognya dan Alhamdulillah ia mengizinkannya….

Hingga suatu hari aku vacum dari blog karna harus mengurus intan ku, dan otomatis komunikasi kami yang hanya lewat blog pun terputus,…………jujur saat itu aku rindu sekali untuk membaca tulisan – tulisannya tapi qadarallah aku yang tak punya kesempatan untuk itu………..

Musim – musim FB ( Facebook )…. Aku pun membuat akun FB dimana saat itu aku hanya bisa online lewat HP, aku berteman dengan siapa saja termasuk fitri salsabila nama Fb nya… aku lupa mungkin kami pernah saling menyapa…. Dan aku saat itu berteman dengan banyak akhwat… aku ketemu dengan beberapa teman blogger dulu…. Tapi tidak dengan vee….

Aku mencoba mencari dengan nama goresan vee, namun tak kudapatkan…terus berharap semoga suatu saat aku ketemu lagi……..karna di blog vee sudah jarang aktif….bukan hanya vee termasuk juga aku dan beberapa teman lainnya….

Hingga suatu ketika aku membuka blog vee, dan kulihat di lencana profilnya ada akun fbnya, ku copy dan kucari di Fb dan ternyata masya Allah dia adaah fitri salsabila teman lama difb….

Aku menyapa nya dan mengingatkan tentang diriku, alhamdulllah ternyata dia ingat, ketika online dia mengomentari diriku,… katanya tulisan ku mellow…. Dan qu rasa itu awal kedekatan kami…. Kami sering berdiskusi tentang perjalanan dakwah ini dan aqu merasa kami cocok....Hingga saat ini kami menjadi saudara yang dekat padahal tak pernah menatap wajah… komunikasi kami hanya lewat dunia maya…. Terkadang telp – telp nan…. Ternyata aku salah, dia tidak dingin melinkan humoris dan sedikit heboh….

Hingga saat ini kami masih bersaudara dalam ikatan Islam, Ukhuwah Fillah…………
Dia adalah saudara yang menyenangkan dan juga mengangeni… (Jangan GR)……………Semoga persaudaraan ini tetap indah di jalanNya ya ukhti filah……………………

Aku mencintaimu karna Allah yang telah menghadirkannya di hatiku…. Rasa cinta yang tulus karna aku tak pernah melihatmu……

Ada kerinduan yang sangat jika aku tak mengetahui kabarmu,…. Ku harap cinta dalam ukhuwah ini akan membuat Allah mencintaiku sebagaimana kecintaan ku padamu………….

Selanjutnya tak mampu berbicara lagi………………….

01.30 di kamar mungilku…………….


Mei 2010

Sedikit catatan : "Jika dosa itu busuk baunya, maka kalian pasti akan melempar saya, jauh, mungkin sampai ke Samudera atlantis",
Read more »»  

06 July 2010

AWARD


(awalnya saya tidak mengeri mengenai award ini, tetapi setelah di telaah rupa-rupanya caranya sangat simple..)

sebuah Award yang tidak jelas untuk apa dan kategorinya seperti apa, tapi saya tetap mngucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Allah subhanahu wa ta'ala atas segala karunia NYa
2. Orang Tua saya yang telah memberikan berbagai fasilitas agar anaknya tidak Gaptek
3. Ustad..... yang telah memperkenalkan saya tentang dunia Blog,
4. para pembaca blog saya
5. Teman-teman sesama blogger yang selalu berbagi cerita, hikmah, dan ekspresi lewat tulisan-tulisannya....

(afwan, agak Lebbay... mau menyaingi penerima PANASONIC GOBEL AWARD)


untuk mendapatkan award ini saya dan anda (jika ingin mengambil award ini) harus menjawab pertanyaan berikut :

1. Thank and link the person that gave you the award.
2. Pass this award to 15 bloggers you’ve recently discovered and think are fantastic
3. Contact said Blogs and let them know they’ve won the award
4. State 7 things about yourself.

jawaban saya :

1. syukran wa jazakillah khair kepada Dinda Aku Muslimah -http://akuseorangmuslimah.blogspot.com/2010/06/dapat-award.html- yang telah memberikan award ini kepada saya. (sebenarnya saya berharap saya bisa dapat kulkas 2 pintu jika mendapat award ini, ternyata tidak dapat apa-apa, hemmmmm)

2. sy tidak akan memberikan award ini kepada siapa pun juga, karena tidak ada hadiahnya ...

3. ...

4. I'M a Girl, love Islam, dst....

sekali lagi terimakasih atas awardnya ... ^_____^

Read more »»  

05 April 2010

Tentang Dia




"Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu...." (Al Hadid : 1)

Air mata saya menepi karena kesakitan yang tak tertangguhkan.
Saya bisa merasakan apa yang dia rasa.
Ini adalah malam yang paling hitam. Ya Allah saya tidak terima, saya tidak terima.

Mengapa, masih ada jenis orang tua yang tak pernah menganggap anaknya besar


Untuk pertama kalinya saya menggugat Takdir, Ya Allah kenapa harus dia, kenapa ?
Saya mungkin bisa menerima jika orang lain yang mengalaminya. Tapi tidak untuk takdir hari ini. Astaghfirullah.

Saya teringat, beberapa tahun yang lalu, ketika kali pertama dia datang kerumah saya.
“Masya Allah, enak yah dikamar ukhti, suatu saat jika saya mau kabur, saya akan kabur ke sini, bukunya banyak!”
Saya pun tertawa.
Tapi, Mengapa sampai malam ini dia tak kabur juga??

Saat saya menyampaikan bahwa saya ingin menulis tentang aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia menawarkan satu referensi “Aisyah, the true of beauty”… saya punya, mau fit? Dengan senyum bahagia saya langsung mengiyakan.

Tahun ini saya daftar di IPB dia ke ITS. Berkali-kali saya membujuknya “jangan di surabaya ukh, di bogor saja. Institut tersebut sudah diakui se-asia tenggara, tempatnya sejuk dan tenang, lagi pula setiap pekan kita bisa bareng ke jakarta untuk tarbiyah” sebenarnya dia ingin bersama saya, agar kami bisa saling menjaga dan meng-istiqomahkan, tetapi dia tak bisa menolak permintaan ayahnya.
Mengapa, masih ada jenis orang tua yang tak pernah menganggap anaknya besar.

Di penghujung 2002, masih berseragam putih abu-abu. Kami bertemu, Kami tidak dipertemukan oleh sekolah, karena kami tidak berasal dari sekolah yang sama. Kami tidak dipertemukan di Mall, kami tidak dipertemukan di bioskop, kami tidak dipertemukan di salon, kami tidak dipertemukan di bazar ala anak remaja. Tapi…..kami dipertemukan di jalan dakwah. Disini kami bertemu, DISINI. Tidak ditempat lain.

Sewaktu SMU saya sempat iri karena hafalan surah dan haditsnya jauh melampaui saya. Mujahadahnya, apa lagi. Yang membuat saya semakin iri sekaligus termotivasi adalah, ditengah-tengah kesibukannya menuntut ilmu dan menjadi aktivis, dia masih menjadi unggulan, dia pemenang olimpiade matematika, saya sempat melihat berita itu dikoran lokal. Subhanallah, hanya itu yang bisa saya ucapkan. Sampai wisuda pun, lagi-lagi ada sebersit takjub untuknya, dia lulusan terbaik tingkat fakultas di Universitasnya. Tak ada yang meragukan kualitas akademiknya. Saya bangga menjadi saudarinya.

Ribuan detik saya habiskan bersamanya, kami saling tahu bagaimana perjuangan kami di keluarga untuk tetap bertahan di jalan dakwah dan tarbiyah ini. maklum, kami bukan berasal dari keluarga yang terlalu paham syari’at.

Saya selalu bersamanya dalam berbagai musyawarah, tarbiyah, dan berbagai kepanitiaan. Acara Walimahan? Jangan ditanya, entah sudah berapa pasang akhwat-ikhwah yang kami panitiai bersama. Dia selalu saja mendapat jatah di bagian depan. Menjamu tamu sembari menyodorkan ucapan terima kasih.


Beberapa pekan ini, dia tak terlihat di halaqah. Saya putuskan untuk ke rumahnya, sekaligus mengembalikan bukunya “Aisyah, The true of beauty”. Tak ada kata selain, “masuk ukh” setelah itu diam. saya bertanya “ukh, kenapa ki’?” hati saya sudah menangkap sinyal-sinyal tak karuan. Tapi dia tak mampu berkata. Mungkin dia ingin sendiri.

Saya ingat ketika memintanya untuk mendeskripsikan saya ke dalam 5 kata. Lucu, narsis, jaim, cerdas, manis. Dan itu adalah sms nya yang terakhir. 12 maret 2010. Setelahnya, tak ada lagi pertemuan, tak ada lagi percakapan, tak ada lagi sms.

Sampai kabar itu datang. Kabar yang baru saya terima hari ini, yang membuat saya sadar, bahwa tak ada yang tak mungkin di dunia ini. bahkan yang tak pernah kita pikir pun, bisa saja terjadi. Dia menikah hari ini. Astaghfirullah, maaf! ! Saya tak sanggup mengucapkan Alhamdulilah. Maaf! Mungkin ketika saya bisa menerima semuanya, baru saya akan mengucapkannya. Masalahnya, Ini bukan pilihannya, bukan pilihan hatinya. mengapa ia menikah dengan cara seperti ini? padahal ia seorang muslimah yang komitmen. Perjuangan itu,…. mengapa endingnya seperti ini?

Apa boleh buat! sebelumnya lamaran sudah diterima, undangan sudah tersebar tanpa sepengetahuannya. Ia tak mampu bergerak.
Mengapa, masih ada jenis orang tua yang tak pernah menganggap anaknya besar.

Dia tak kuasa. Tak mampu berbuat apa-apa. mengapa dia tak kabur saja, bukankah dia pernah bilang akan kabur ke rumah saya? Tak apa, saya siap ditangkap polisi karena dituduh menyembunyikan calon pengantin.

Walaupun saya sudah tak mampu bersuara, Malam ini saya ingin berdoa untuknya, karena saya yakin Allah Maha Mengendengar.
Ya Allah, mengapa ayat laki-laki yang baik akan bersama perempuan yang baik tidak kudapatkan pada kisah saudari ku yang satu ini? atau saya kah yang tak paham semuanya?

Dulu, cerita seperti ini hanya saya dapatkan di novel-novel picisan atau kisah siti nurbaya yang fenomenal. tetapi kini kisah itu ada di depan mata saya, terjadi kepada saudari saya sendiri. Saudari yang sangat saya cintai karena Allah.

Saya berharap ini hanya mimpi. Dan ketika saya terbangun, saya tetap akan melihatnya, Berjalan menuju taman-taman syurga kami, berkumpul bersama kami, menyetor hafalan dan family day bersama. Saya rindu, ketika murabbiyah kami membahas masalah pernikahan tak henti-hentinya kami saling mencolek, sesekali saling berpandangan dan tertawa kecil.

ukhti, ana Uhibbukifillah.


“Saya bersyukur memiliki orang tua yang menganggap saya sudah besar”
ibu, ayah,, ana uhibbukum Fillah.

(Mengapa Semakin kesini, saya menemukan banyak peristiwa diluar dugaan?)
Saya ingin kembali berseragam putih abu-abu. Saya Rindu dia.

4 April 2010, tepat di hari pernikahanmu
Pada 00.30 waktu jam dinding kamar ku.


Read more »»