Showing posts with label Expression. Show all posts
Showing posts with label Expression. Show all posts

22 September 2012

Ruang Genap...


Tiba-tiba saja fajar merekah
Menuangkan potongan-potongan deskripsi aroma kehidupan
Secerah senyum mu di hari ini
Ada warna merah jambu yang terpoles di pipi

Ini hari bahagiamu
Hari diucapkannya janji, “Mitsaqon Gholizo”

Teringat saat kau menggambarkan sosok itu
Sosok yang kini ada di hadapanmu
Tentang dia yang memesona dalam kata.., dalam diorama.
Memesona dalam kotak cerita yang tertata

Kini kau telah menemukan ruang untuk melabuhkan semuanya
Kau telah menemukan sepasang mata yang akan menemanimu melihat dunia
Kau telah menemukan sayap yang dengannya kau bisa terbang ke mana kau suka
Dan kau telah menemukan rusuk yang telah kau tunggui selama ini.

Genap sudah semuanya,
Dalam Ruang yang bernama pernikahan

 -Vee-

"Barakalallahu laka wabaraka 'alaika wa jama'ah bainakuma fii khoir" 
Untuk Sahabatku 
Nana dan Nazrul 
(Sukabumi, 15 September 2012) 

"Adalah tunggu, ruang yang selama ini tertata rapi dihatiku, menanti kehadiran sosokmu yang entah akan seperti apa. Sosok yang nantinya akan menggenapiku. Aku tak tahu apakah kamu memang benar-benar orang baru yang belum aku kenal sebelumnya. Atau jangan-jangan, kita sudah pernah bertemu tapi belum sama-sama tahu. Ah sudahlah, kita lihat saja nanti" 
(Diorama, Nazrul)
Read more »»  

09 November 2011

November ke-24


November 24 tahun silam, aku lahir bersama hujan dan ramadhan kala itu. Sudah banyak cerita yang terukir, namun langkahku masih jauh dari kalian.

Aku berdiri disini, sendiri memotret hijau yang jarang kau singgahi di kotamu! Aku masih berusaha menaklukkan tebing yang ku tunjuk untuk kudaki. Memar sedikit tapi tak apa, ada embun penawarnya, tetapi aku hampir jatuh tersungkur karenanya.

Memasuki November ke 24, seperti biasa, aku mencintai hujan karena disana doa diijabah. Aku menitipkan satu mimpi padamu yang ku selipkan di bawah bantal. Teruslah berjuang, meraih mimpi terindah mu. Tetapi jika pada akhirnya perjuangan itu hanya sampai disini, maka bersabarlah untuk menerima hidup ini apa adanya. Sebab disana masih ada pintu lain yang terbuka lebar.

Aku masih membenci lipstick, eyeshadow, blush on, parfum yang menyengat dan High heels. Aku masih mencintai ransel ku, t-shirt dan kemeja, aku masih setia pada sandal jepit dan sepatu ku yg berdebu. Aku bukan perempuan cantik yang dipolesi makeup berwarna. Aku hanyalah perempuan biasa yang terus belajar memaknai hidup.

Tentang November ke 24, bubuhi koma dalam ceritamu, jangan titik dulu. Sebab jeda kadang diperlukan untuk mengumpul-ngumpulkan semangat yang remuk berserakan. Sedangkan titik adalah jawaban dari ikhtiar yang telah kau rampungkan. Jadi, Jangan “mati” dulu!

Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa.. (5 cm, Donny Dirgantoro)

*Bogor, 5 November 2011*
____
Picture : Mogdesign.eu
Read more »»  

25 June 2011

Senja Tadi...


Sampai hari ini aku tak pernah bisa menyimpulkan, Senja esok seperti apa?
Atau mungkin saja, ia tak akan pernah ada?

Hari itu dan senja tadi,.. membawaku berlari pada ruang yang paling sunyi
Semuanya belum tergenapi,

Senja layaknya abu-abu.
Sebuah warna yang penuh kebimbangan
Ia tak betul-betul hitam, pun tak putih

Mungkin... hidup ini hanya seperti senja
Seperti bulan yang ditinggal surya.
Sebentar saja…

____
*Ya Allah, berikanlah kami akhir Hidup yang baik
.Vee. (Aksara di bulan Juni)

>especially for my classmate yg lagi bimbang, hehe (jadi kurir.com)<
Read more »»  

31 May 2011

Menjadi Perempuan


[I'm Still On Journey]

I remember...
sewaktu kecil, di malam hari diteras rumah.
Aku menghitung bintang yang banyak...
sampai aku kepayahan.

Mengapa aku dilahirkan sebagai anak perempuan?
Mengapa tidak dilahirkan menjadi bintang saja,
biar bisa menerangi malam.

Selepas masa remaja, barulah terasa bahwa :

"Menjadi Perempuan adalah karunia
sekaligus perenungan...
Sebab warna dunianya lebih bergradasi
dibanding dunia laki-laki
Konflik-konflik dalam menjalani peran kodratinya
lebih variatif dan UniQ
Ujian Kehidupannya pun lebih berwarna
dan ia senantiasa harus memilih (Izzatul Jannah)"

(catatan izzatul jannah ini telah ku baca dan tersimpan di noteku sejak kelas satu SMU, namun baru terasa maknanya setelah sarjana, hehe)
Read more »»  

28 May 2011

Moccacino dan Surat


Masih ada secangkir mocacinno yang bersama ku di pojok.
Harumnya kuat, menahan mataku sampai tak bermimpi.
Masih ada secangkir mocacinno dan tumpukan beban.
Sampai-sampai, tawa ku sudah mulai tereduksi beberapa persen

Mocacinno dan bayangan di pojok …

Andai kau tahu,
Bahwa sisa malam ini, ku ingin nikmati saja pesan-pesan mu.
Dengar bisikku,
Lembaran kalian kan selalu ku simpan, ku bawa ke mana ku pergi. Selalu.

Biarkan aku menepi, dipojok, bersama Moccacino yang harumnya kuat,
Sekuat bahasa suratmu di Ramadhan lalu.



Vee, Bogor.
____________
*membaca kembali surat-surat dari akhwat. Surat yang diberi, sehari sebelumku hijrah ke kota ini.

sumber gambar : flikcr.com
Read more »»  

17 May 2011

Citarasa Ku


Dulu ku bilang
tunggu aku, segera.

Selalu ku bilang
Ini tempat ku,
Bukan hanya mengawali mimpi
tapi disini ku akhiri satu mimpi.

Seperti yang selalu ku bilang
Udara mu, air mu, bau mu adalah citarasa ku.

Sama saja apa yang ku bilang
ada angin yang selalu membawanya kembali.
Biar dulu ku eja arti hidup disini
sampai takdir memanggil ku kembali

Bogor, 17 Mei '11

Vee
___
Gambar : Pemandangan Danau Unhas
*ku eja setiap arti kerinduan, kau yang telah melahirkan ku.
Read more »»  

15 May 2011

Percakapan di Sebuah Jembatan


Karya : Dewi Lestari

Berdua kami melintasi jembatan sejarah
Tahun-tahun yang berhiaskan putih harapan dan merah darah
Dan aku bertanya: apakah yang sanggup mengubah luka menjadi pualam,
Yang membekukan air mata menjadi kristal garam?
Sahabatku berkata: Waktu.
Hanya waktu yang mampu.

Kulihat di kiri-kananku; pohon memudar, gedung kaca meruncing
Tahun-tahun yang berlumur peluh dan banjir rencana
Dan aku bertanya: apakah lelah kami cukup terbayar oleh petuah dan janji?
Apakah kemajuan sama dengan kebajikan?
Sahabatku berkata: Hati.
Hanya hati yang tahu.

Terkadang jembatan ini gamang dan berguncang
Tahun-tahun yang terasa garang dan panas mengerontang
Dan aku bertanya: mungkinkah kami tersesat dan hilang arah?
Bisakah pijakan ini goyah dan lantas punah?
Sahabatku berkata: Doa.
Hanya doa yang kuasa.

Jembatan ini panjang kami lalui sudah
Tiada ujung yang kutangkap, tiada awal yang kukenal
Dan aku bertanya: akankah kami bertahan,
Sebagai nusantara, sebagai bangsa, sebagai manusia?
Sahabatku berkata: Pahami lautan tempat jembatan ini terbentang.
Kenali kekuatan waktu
Dalami pengetahuan hati
Selami kekalnya doa

Kabut menyapu jembatan dan sahabatku menghilang
Meninggalkan gugusan pulau tak berjudul dan samudera tak bernama
Namun di sini aku menguntai waktu, memerah hati, dan meratapkan doa
Demi jembatan ini sebagian kami mati, sebagian kami bertahan hidup
Dan aku bertanya: inikah kedaulatan yang sesungguhnya?
Saat manusia bersatu dengan apa yang mengelilinginya
Samudera waktu, hati, dan doa
Ia pun merdeka
Sebuah bangsa pun merdeka
Nusantara pun layak ada

*Gambar : Flickr.com

____
Bahasa dewi selalu membuatku jatuh. Ada makna yang kuat yang terselip dalam tiap baitnya!
Read more »»  

06 May 2011

Yang Pasti


Yang pasti akan terjadi di diri kita
Sebuah cerita, apakah ia berupa ujian atau musibah
Selama surya masih nampak cahayanya
Selama itu pula mereka membersamai

Ada perasaan yang pasti milik semua insan
Sebuah warna bahagia atau murka
Itu ada sebab kita manusia…
Namun Cintalah yang mampu membuatnya bergradasi

Yang pasti ada hal yang tak bisa kembali
Tetapi Jika ku dilahirkan lagi
Aku ingin tetap menjadi diriku sendiri
Menjadi perempuan

Yang Pasti ...
Hidup itu tak seperti sutera
Betapa ia terus saja berkelok
Menanjak dan terjal

Kini, ku mulai mengerti artinya Hidup
Walaupun masih seujung kuku mu.


Suara dari Bogor, 7 Mei’11 01.00

Vee
_____
*heartnote: terimakasih, kepada siapa saja yang telah memberiku pelajaran hidup.
Semoga kita semua di kumpulkan kembali di Jannah-Nya. Melepas segalanya dan bersama menikmati jawaban dari setiap teguk ketabahan yang kita hadirkan. di Jannahnya saja, insha Allah.
Read more »»  

05 May 2011

Rindu

Aku merindui sesosok sahabat yang pernah sujud di sana.
Entah kenapa aku ingin segera bertemu dengan lelaki yang punya dua tanda hitam di pipi itu.

Aku merindui pedangnya yang siap mengunus siapa saja para kafir dan munafiQ.
Aku merindui jejak langkahnya di malam yang pekat,
Aku merindui busana tambalannya.
Aku merindui pohon tempat dimana ia melepas penatnya.
Aku merindui teriakannya
Aku merindui keberaniannya

Aku pun sangat merindukan wajahnya.
Tapi tidak pantas wajahku yang penuh lumpur ini berhadapan dengan wajahnya
Selama waktu masih berpihak, masih ada kesempatan untuk memantas-mantaskan diri.
Tapi aku takut, Leherku pasti dipenggalnya!

Aku heran pada diri, Mengapa merindui sosok yang wajahnya pun tak pernah kutatap.
Beginilah mungkin cinta gila. Bukan namanya cinta, kalau tidak Gila!
Aku Merindui.

*Sebuah tulisan awut-awutan. Hanya menderetkan aksara secara random, Karena kadang kerinduan itu tidak sistematis.
Read more »»  

28 April 2011

Mari Memulainya dengan Cinta


Mari memulainya dengan cinta
Meskipun akhirnya kita tertatih
Meskipun akhirnya ranjau di tapaki
Meskipun keringat akhirnya membasahi.

Di manapun kita berpijak, bergeraklah.
Dari ujung jalan, dalam setiap mihrab, kita ingin ada cahaya ilmu disana.
Dalam setiap bilik, di sudut-sudut ruang baca, kita ingin ada generasi di sana
Generasi yang berdiri di jalan yang sama.

Mari memulainya dengan cinta
Biarlah Hari ini kita hanya menanam
Sebab saat memetik masih terlampau jauh
Kala itu Mungkin jasad tak akan mampu lagi menjangkau


Tapi Mengapa harus kita yang memulainya?
kujawab seadanya, "sebab kita yang terpilih"
Jikalau kita berkaca pada diri, maka sungguh tak pantas
Namun ada kabar betapa onta merah sungguh istimewa.

Mari memulainya dengan cinta
Walupun ketakutan itu mulai merasuk masuk
Saat kita diperhadapkan pada tribulasi yang tidak biasa.
Saat kita mencoba mencari jawab atas setiap pertanyaan.

Angka bukan sumber kekuatan
Perang badar menjadi pelajaran.
Yakinlah, selalu ada pertolongan di atas pertolongan
Intanshurullaha yanshurkum

Mari memulainya dengan cinta.
Tetap genggam bara itu

Bogor, 28 April '11

Vee


*(Sumber gambar : http://nursyahiirah.wordpress.com/2010/09/)
__

Bait-bait aksara untuk saya sendiri dan 6 rantauers asal kota daeng. Belajar yes, bergerak yes yes yes!
Kita berada di jalan Allah, maka biarlah Allah saja yang mem-backing kita.
Hamasah! hilangkan kekhawatiran, kalau toh kita di panggil maka ayo kita maju sama-sama ^__^ 'LIFE is ADVENTURE'

Read more »»  

18 April 2011

Ekspresi pada Langit Pagi


Langit Pagi...
Biarkan aku memandangmu tanpa teriakan
Aku tidak merasa ragu bahwa sebentar lagi matahari akan bersinar
Mungkin 3 jam lagi
Aku ingin punya sayap untuk terbang
Untuk menyelidiki sebagian langit.
Menikmati langit pagi di tanah yang berbeda.
Menemukan banyak peristiwa di luar kotak, untuk memunguti setiap makna dari tepi-tepi jalan.

Sekali waktu kau mengayunku terlalu tinggi.
Tapi sebelumnya aku telah sadar bahwa aku akan dihempas
Tak Semuanya harus kau mengerti
Dan saat ini aku sudah tak punya daya .

Kita telah berdiri pada tanah yang berbeda,
tetapi pada langit yang masih sama.
Cukup jauh untuk dipegang
dan Tangan tak mampu menggapai, semuanya.

Langit Pagi...
Aku tidak pernah mengatakan kepada mu.
Betapa Takutnya aku pada mendung,
Padahal tak selamanya mendung itu gelap

Langit, Aku begini.
Aku biru, Sama seperti mu pada pagi ini.
tetapi aku tidak bisa menjadi kuning keemasan seperti senja, atau hitam seperti malam.
Aku tidak bisa selalu menjadi apa yang engkau pinta.

Salahkah kalau sekali waktu kita berbeda?
Atau Seburuk itu kah aku?
Aku Biru, dan aku mencintai langit pagi.
Cukup itu yang kau tahu.

Dosakah kalau aku memandang bumi dari sudut yang berbeda?
Langit punya warna yang berbeda di tiap namanya.
Bahkan terkadang pelangi mengintip di balik awan.
Eksotik!

Aku punya warna sendiri.
Tapi masih memandang pada langit yang sama.
Bumi, kau Tak perlu tahu.
Karena aku tidak akan pernah meminta mu untuk menyetujui semuanya, Aku tak butuh apresiasi dari Bumi.


Belum saatnya!
Aku ingin Berkata, "tak akan ada hari esok jika kita tidak memulainya hari ini"
Walaupun terkadang bumi akan berguncang karena tawa, ataukah karena marah.
Maka cukup katakan saja, bahwa aku ini gila. Itu aku terima.

Suara dari Bogor, 190411

Vee

____
*Ekspresi pagi di temani teh manis sebelum ngampus, sambil memandangi langit di balik jendela tua.

Read more »»  

31 March 2011

Ku Pahat Aksara

Akan ku pahat aksara
Menjadi sebongkah hikmah
Satu, dua, tiga tabirnya terurai
dan Bait-bait sabda kita pun mulai merona

Dalam ranah kehidupan
Aku, kamu, kita menjadi satu pahatan
ada bagian yang patah
Inilah patah dari pahatan yang kucuri simpan

Sisanya...ku biarkan

Vee
Bogor, 31 Maret 2011.
Di sudut kelas MSA.


Read more »»  

27 March 2011

Aku Hanya Punya Mimpi


Setelah kita bersama dalam langkah kecil di kebun itu.
Aku memutuskan untuk melanjutkan langkah ku di Kampus ini.

Ku jejaki setiap sudut, sendirian.
Mungkin saja ku temukan sesuatu di sana.

Aku hanya mendapati daun-daun yang gugur.
Ku punguti, lalu ku pandang.

Kita tidak boleh seperti daun ini,
gugur lalu di terbangkan begitu saja oleh angin.

Ku katakan pada diri, jangan mengalir wahai bulir.
Angin Kota ini akan menemani ketegaran mu.

Apa yang kita cari sebenarnya?, Ku tanyakan pada hati.
Hidup tidak panjang, akan ada saat dimana waktu tak lagi berpihak pada kita.

Hari pertanggung jawaban itu pasti.
setiap diri akan ditanyai.

Apa yang kau punya?, tanyaku lagi.
Aku hanya punya mimpi.

Kata mereka, kau tidak pantas.
Kau hanya seorang perempuan.

Aku akan tetap mengatakan!
Aku hanya punya mimpi!

Dan hanya itu yang membersamai ku selama ini
Itulah yang membuatku tetap hidup.

Mimpi untuk mengabdikan diri.
Mimpi untuk bersanding dengannya di syurga.

Lalu, kenapa aku harus terbangun?

Read more »»  

25 March 2011

Kabar dari Al-Haram


Malam ku tak setenang kemarin.
Berawal dari dering handphone saat kau merapatkan suara ke telingaku.
Lelaki hebatku ku sedang terbaring.

Debaran itu membuatku menutup mata.
Ada rasa harap yang ku pahat seketika
Tiba-tiba rasa ku menjadi akut.

Masih ada jejakku yang harus kau saksikan
Ku terbangkan ber-bait doa
Semoga kau bisa kembali berdiri di sana, di Masjidil Haram.


Lalu, pulanglah. Pulanglah Untukku.
Aku akan mejadi pohon yang senantiasa berdiri kokoh untuk mu.
Bapak, aku menunggu mu di sini.

Bapak, Syafakallah…!


*15 menit setelah ummi ku menelpon.

Read more »»  

08 March 2011

SABAR



BERSABARLAH DAN KUATKAN KESABARANMU!

Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar SabarSabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar

Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar

Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar Sabar

Sabar yaaahhh! Hehe ^^
*menghibur diri sendiri.
Saat cerita kali ini harus disimpan sendiri, jadinya hanya satu kata yang keluar SABAR.

dan buat teman2 yang sedang di uji kesabarannya, maka bersabarlah.
belajar bersabar yaaaah hati. insyAllah setelah ini pasti akan ada ujian yang lebih berat,, memang seperti itulah hiduP.

innallaha ma'shobirin. apapun yang terjadi tetap "keep smile" ^^
HADAPI HAYATI NIKMATI
Read more »»  

18 February 2011

Cahaya di atas Cahaya




Allah pemberi cahaya bagi langit dan bumi

Perumpaan cahaya Allah seperti Misykat sebuah lubang

Yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar

Pelita itu di dalam kaca dan kaca itu seakan-akan bintang

Yang bercahaya seperti mutiara yang dinyalakan dengan

Minyak pohon yang banyak berkahnya, yaitu pohon

Zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula

Disebelah barat


Yang minyaknya saja hampir-hampir

Menerangi, walaupun tak disentuh api,

Cahaya di atas cahaya…Cahaya di atas cahaya….

Allah memberikan cahanya kepada siapa yang Dia kehendaki

(QS. An-Nur : 35)

Read more »»  

16 February 2011

Secret!


Sampai disini, kau tidak akan pernah mendapati ku menjadi orang yang sempurna.
Sesempurna sosoknya di matamu. Ssssttt, Ada rahasia mengapa begitu.

Aku telah berpamitan pada dunia, berikanlah aku kesempatan untuk merdeka!
Untuk menelaah pada rahasia yang tersembunyi di balik hati-hati kita.

Mari mencari rahasia itu, kemudian keluarkanlah,
tapi tak usah dibeberkan pada mata-mata yang haus akan berita.

Kusaksikan kata yang terlalu dalam menancap ditemani ekspresi senyum dan tawa, tapi itu tidak merepresentasikan sebuah kebahagiaan, tapi rasa kasihan. Kasihan pada apa yang dirasa.

Jika hati telah terkontaminasi, maka selalu ada penawar untuk mensterilkannya.
Tetapi terkadang, kita terlalu berat untuk memulainya ataukah kita terlalu cantik merapikannya

Terlampau jauh dan mahal jika harus merawat setiap rahasia hati yang tersimpan.
Mahal!, karena bayarannya adalah terkikisnya Iman sedikit demi sedikit.

Rahasia itu meminta tempat, apa boleh buat imanlah yang menjadi korbanan.
Namun ada saatnya dimana rahasia hati dan iman tak akan terlerai, aqadlah pintunya!

Setiap hati punya rahasianya masing-masing,
Walaupun dengan warna yang berbeda-berbeda.

Maknailah,
bahwa adakalanya logika kemanusiaan kita harus dilenyapkan ketika berhadapan dengan kemauan Allah. Ada hal-hal yang menuntut kita untuk selalu sami’na wa atha’na (kami dengar dan kami taat)” indah bukan?

Sami’na wa atha’na,
Inilah rahasia hati bagi yang malu untuk mengukir rahasia ke fitrahan mereka.

Mereka pernah merasakannya, tapi tak sampai menuliskannya menjadi sebuah rahasia yang lama terbungkam.
Pun tidak menjadi rahasia yang melumpuhkan!

“Did you ever go Steady?”, “Never sir, I hate it”. “Did you ever fall in love with someone?”, “never sir, because I Don’t know exactly what definition of love”. “are you human???”, “yes sir!”
(suatu tempo dalam kelas conversation di 2009)


“Adapun orang-orang yang beriman amat besar cintanya kepada Allah”
(QS Albaqarah 105).
Sami’na wa atha’na, insya Allah!

Bogor, 15 Februari 2011

Vee

______

Terinspirasi dari pertanyaan seorang akhwat beberapa waktu lalu (saya menyimpulkan dalam redaksi yang panjang)
“kak, saya pernah membaca sebuah artikel, apa tanggapan kakak tentang cinta dalam diam?”
“secret” jawabannya!
___

Bagaimana dengan anda? :)


Read more »»  

03 February 2011

Hutan Bogor


Karya : WS Rendra

Badai turun di dalam hutan
badai turun di dalam sajak sajak
kuselalu sayang, aku terkenang kepadamu

Sudah jam empat sore hujan jatuh di hutan kenari
semula nampak manis kemudian mendasyatkan
di dalam hujan, mendung dan petirbumi pun nampak fana

Buruk dan basah jenggot pepohonan
lumut lumut didahan, benalu dan paku paku
aku berpikir betulkah aku tidak menipumu?

Didalam hujan bumi dan sajak terasa fana
berhadapan dengan maut
dengan malu
telanjanglah kita

Menggapailah tangan tangan kita
Bagai dahan dahan pepohonan dan beriaklah suara suara dalam perkelahian yang fana
tapi dengan dasyat dahan dahan tetap menggapai
yang penting bukanlah kekalahan ataupun kemenangan tapi bahwa tangan tangan telah di kepalkan biarpun kecapaian

Badai turun
di dalam hutan
badai turun
di dalam sajak sajakk
___________
**dalam ekspresi yang begitu dalam, sembari belajar dari setiap lekuk kejadian**

Read more »»  

12 January 2011

** Gila’ **

Sederet asa yang membumbung tinggi,
Bagai asap kayu bakar yang melewati corong-corong rumah khas kulit putih.
Ia kemudian terbang, tinggi, jauh sampai membentuk satu potret tentang Harapan.

Bahwa ada satu harapan tentang perempuan di sudut mimpi
Yang mengais-ngais kisah tentang masa kanak-kanak, tentang perubahan di masa remaja, dan tentang … kegilaan di usia dewasa.

Gila’! perempuan itu benar-benar gila! Satu persatu ketidak mungkinan di tebang habis. Kapak yang digunakan bukan sembarang kapak. Katanya, kapak itu ia buat sendiri dari bahan baku yang bernama keyakinan, kemudian diasah setiap harinya dengan batu gunung.

Gila’, seakan-akan seorang Chemical Engineer , (CEO Intel) Andy Groove langsung membisikinya tajam, “Only Paranoid Can Survive (Hanya orang gila yang bisa bertahan)” Oh No! Mr Groove, you are really crazy !” balas perempuan itu. Okey whatever then…


Ada bahasa yang ia pegang dengan jemari kecilnya, bahasa yang aneh dan terlalu indah menurut bangsa arab! Yang pasti ini bukan bahasa yang dibuat oleh manusia kawan, Heiiii Mr. Groove, Please!! Listen to me, it’s n.o.t Your languange also!

Jika ia ingin melepaskannya maka mudah saja, tetapi bahasa itu jauh lebih dalam terpaut di hatinya. Maka tunggu dulu! Harus ada syuro’ antara tangan dan hati, ingat! disini tak ada voting.

Bahwa ini tentang ledakan, tentang sebuah Evolusi Baru yang menjerat sekawanan orang berhati murah untuk kebenaran, tetapi minta ampun mahalnya untuk sebuah keburukan!

Tentang hijrahnya mereka karena Iman, sampai mereka dikatakan Gila.
Tentang sebuah pilihan yang mereka tunjuk, mereka tapaki, hingga sebagian orang mengatakan ,… mereka Gila’!
Tentang kegilaan yang nampak. Kegilaan atau keberanian, hemmm… beda tipis!

Tentang kekasih ku yang dikatakan gila karena membawa sebuah perubahan!
Tentang orang yang “Gila” karena 3 pilar, yaitu Cinta, Takut, dan Harap.
Dan Tentang Orang yang tergila-gila pada apa yang tidak pernah mereka lihat. (Rabb Mereka, Rasulullah, dan Jannah Nya)


Hahahahahaha
Gila’! susah dibayangkan!


_Vee_

12 Januari 2010, Ba’da Adzan Magrib untuk wilayah Jabodetabek!

Read more »»  

10 January 2011

Sederhana



sesederhana sinar mentari menyapa embun pagi
lagi-lagi ia bangkitkan senyum kita, lalu lupa pada mendung yg menggelayut semalam,
sebab hari harus dimulai, dan kita akan kembali juang

sesederhana senyum di wajah seorang saudari
ia adalah sedekah tanpa harta
tapi sejukkan jiwa
bahwa selalu ada jalan menjadi insan mulia

sesederhana sajak sapardi tentang cinta
katanya, tentang pesan kayu yg menjadi tiada oleh api
bagiku, sesederhana cinta adalah bersatunya hujan dengan tanah
mengalirkan wangi khas setiap pertemuannya


dan sesederhana munculnya sebuah rasa yg hadirkan langkah
saat suatu malam kau bercerita
betapa sepasang kaus kaki dapat menggetarkan jiwa

(January,8 '11)

By : Diena Rifa'ah

(puisi yang di buat untuk vee)
Read more »»